Minyak Sehat untuk Daya Tahan Tubuh
Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB-Pascapanen) dan Kementan tengah mengembangkan metode mekanis tanpa penggunaan suhu tinggi dalam memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO).
Dengan teknologi ini minyak kelapa yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi karena dapat menjaga kandungan senyawa-senyawa yang penting untuk kesehatan.
Menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan menjadi kunci dalam menghindari atau mencegah wabah Covid-19 yang semakin merebak di kalangan masyarakat. Wabah Covid-19 juga membuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh semakin meningkat.
Di tengah pandemi Covid 19 yang kian meluas di Indonesia, masyarakat pun banyak memburu berbagai bahan pangan yang diketahui memiliki manfaat kesehatan, khususnya bahan makanan yang mampu meningkatkan imunitas. Sayangnya, berbagai bahan makanan ini umumnya masih terbatas, yakni sebagian besar berasal dari kelompok buah-buahan, sayuran, dan rempah-rempah seperti temulawak, jahe atau pun kunyit.
Sementara itu beberapa bahan-bahan potensial lainnya belum banyak dilirik. Salah satunya adalah kelapa. Padahal, kelapa selama ini telah dikenal sebagai bahan pangan yang memiliki berbagai manfaat, salah satunya untuk kesehatan.
Produk utama kelapa yang telah dikonsumsi selama ribuan tahun adalah minyak kelapa. Manfaat minyak kelapa bagi kesehatan terutama dipengaruhi proses pembuatan dan pengolahannya. Minyak kelapa yang baik bagi kesehatan dihasilkan dari bahan baku segar, tanpa proses penyulingan, tanpa pemanasan tinggi, dan tanpa penggunaan bahan kimia. Minyak dengan proses ini lebih dikenal dengan nama minyak kelapa murni (VCO).
Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan pentingnya eksplorasi bahan-bahan pangan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat, khususnya di saat-saat rawan seperti saat ini.
"Teknologi-teknologi yang telah dikembangkan Balitbangtan selama ini dapat menghasilkan produk-produk yang bermanfaat untuk kesehatan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala BB-Pascapanen, Prayudi Syamsuri menjelaskan teknologi pengolahan minyak kelapa murni yang dikembangkan BB-Pascapanen menggunakan metode mekanis tanpa penggunaan suhu tinggi sehingga minyak kelapa yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik karena dapat menjaga kandungan senyawa-senyawa yang penting untuk kesehatan.
"Teknologi produksi VCO yang kita lakukan memiliki keunggulan waktu proses lebih cepat, yaitu hanya sekitar 4 jam, dibandingkan secara konvensional bisa mencapai 24 jam. Selain itu proses ini hemat energi karena menggunakan pemanasan minimal, kebutuhan air lebih sedikir, dan tanpa bahan kimia," jelasnya.
VCO mengandung lemak jenuh rantai sedang atau medium chain triglyceride (MCT) yang tidak berbahaya bagi kesehatan jantung. Komposisi MCT terbanyak dalam VCO adalah asam laurat. Tubuh manusia mensistesis monolaurin dari asam laurat yang memproses sifat-sifat antivirus, antibakteri, dan antiprotozoa.
Kajian mengenai sifat antivirus asam laurat telah menunjukkan efektivitasnya dalam menurunkan beban viral pada penderita HIV-AIDS. Selain itu, VCO juga mengandung tokoferol yang berfungsi sebagai antioksidan alami dan memiliki komponen aktif biologis yang secara umum diterima sebagai aktivitas vitamin E dalam menjaga kekebalan tubuh manusia.
Selain sangat baik untuk daya tahan tubuh, kandungan antioksidan minyak kelapa juga melindungi jantung dan pembuluh darah, menangkal radikal bebas dan penyakit degeneratif, memperbaiki penyerapan zat gizi dan mengatasi gangguan pencernaan. MCT dalam minyak kelapa dapat dengan mudah diserap oleh organ sel penghasil energi sehingga metabolisme tubuh juga meningkat. (nik/S-2)
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Berbagai jenis tanaman Indonesia dapat digunakan sebagai obat ramuan tradisional atau herbal. Salah satunya Majakanza, herbal berbahan dasar buah manjakani yang sudah tidak asing lagi di kalangan wanita Aceh.
Majakanza diformulasikan dari resep turun temurun dengan memanfaatkan buah manjakani dan bahan herbal serta rempah-rempah tradisional lainnya. Kandungan dalam buah manjakani berkhasiat untuk membersihkan jamur dan bakteri di area organ intim kewanitaan. Khasiat lainnya sangat bagus untuk mengatasi cairan berlebihan di area miss V,membasmi bakteri penyebab keputihan, dan melancarkan dan membuat siklus haid teratur.
Buah manjakani juga mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi peningkatan daya tahan tubuh. Satu kondisi yang sangat dibutuhkan pada masa-masa pandemik Covid-19 saat ini. Beberapa zat tersebut antara lain flavonoid, polyphenol dan beberapa vitamin B dan C yang larut air, serta vitamin A dan E yang larut lemak.
Kandungan vitamin dalam buah manjakani dapat meningkatkan imunitas karena memiliki aktivitas antioksidan yakni meredam radikal bebas dan menangkal berbagai penyakit yang masuk ke tubuh. Perpaduan kunyit, gambir, dan sirih semakin memperkuat manfaat curcumin pada Majakanza.
"Keluarga kami telah menggunakan ramuan buah manjakani dari generasi ke generasi. Resep ramuan ini kemudian kami tawarkan kepada masyarakat luas dalam bentuk Majakanza agar manfaat ini dapat juga dirasakan wanita-wanita Indonesia secara luas," ujar Eka Apriyosa, pemilik dan Direktur PT Kanza Ekselensia Utama.
Pada perkembangannya, selain memberikan manfaat kesembuhan pada organ intim kewanitaan, banyak pengguna yang memberikan kesaksian bahwa penyakit miom dan kista yang mereka alami juga ikut menghilang setelah menggunakan ramuan buah manjakani.
Berdasarkan sejumlah testimoni, kemudian dilakukan uji klinis untuk mengetahui apakah buah manjakani dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan miom dan kista, bahkan kanker. Uji klinis yang dipimpin Profesor Titik Taufikurohmah melibatkan peneliti-peneliti dari berbagai institusi antara lain Jurusan Kimia dan Biologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Fakultas Kedokteran Unair, Tropical Disease Center Unair, Laboratorium Kesehatan Daerah Surabaya, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, dan Lab Instrumen ITS.
"Penelitian ini dilakukan secara bertahap mulai dari penelitian laboratorium, ujicoba pada hewan, hingga ujicoba pada relawan manusia. Proses ini kami perkirakan membutuhkan tidak lebih dari 2 tahun karena ada beberapa proses yang bisa kami lewati," ujar Profesor TitikTaufikurohmah.
Kandungan yang terdapat pada buah manjakani sudah memenuhi ketentuan BPOM karena 100 persen tidak mengandung zat kimia sehingga aman bagi tubuh, dan tidak melanggar aturan dari Food Drug Administration (FDA), AS.
"Uji klinis ini kami lakukan sebagai tanggungjawab terhadap para pelanggan agar tidak terjadi misleading di kemudian hari," pungkas Eka Apriyosa.(hay/R-1)
Komentar
Posting Komentar