Kisah Haru Dokter Jiwa Obati Wanita yang Dikurung 15 Tahun di Kandang Bambu
"Pasien yang kita temui bervariasi, ada yang ringan, sedang dan berat. Khusus di Kincang yang di ruangan kecil itu, termasuknya gangguan berat, tapi kita bersama tim medis puskesmas dan keluarganya melakukan upaya, baik pemberian obat secara oral, dan ke depan kita usahakan obat injeksi," kata Seno, dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 18 April 2020.
Anak BM, Nur Hasanah menuturkan, saat ia masih kecil ibunya normal. Namun saat ibunya bekerja di Jakarta, keluarga sempat putus kontak. Belakangan diketahui, ibunya sudah dirawat di panti sosial di Pekalongan.
Hasanah dan keluarganya sudah berupaya menyembuhkan ibunda tercinta. Namun hingga kini upaya itu belum menunjukkan kemajuan yang berarti.
Makanya, dia begitu gembira tatkala dokter dan tenaga medis dari RSI Banjarnegara dan Puskesmas berkunjung ke rumahnya. Dia begitu berharap, upaya medis ini bisa menjadi jalan sembuh bagi ibunya.
"Saya berharap ada kesembuhan bagi ibu saya. Saya juga berusaha agar ibu mau mengonsumsi obat yang diberikan dokter," ucap Hasanah.
Wabah Corona memang benar-benar menyebabkan masyarakat takut ke rumah sakit, termasuk keluarga pasien gangguan jiwa. Menyikapi ini, dr Seno mesti rela blusukan mendatangi satu per satu pasien, rumah per rumah.
Seno menjelaskan, kekhawatiran masyarakat terhadap penularan Covid-19 ini sangat tinggi. Karenanya, mereka enggan ke rumah sakit. Sebab itu, dia memilih memberikan pelayanan dengan sistem jemput bola.
Komentar
Posting Komentar